10/8/12
Pengaderan out-of-the-box
8/18/12
No Offense untuk Putaran Kedua
![]() |
| diambil dari cover fb-nya Pak Ahok, pinjem ya pak hehe... |
Ternyata softskill itu bukan sekedar caramu berpakaian atau berbicara di depan umum. Lebih dari itu semua, softskill mencakup cara berfikir seseorang sehingga dapat membuat pertunjukkan diri yang align dari kulit sampai bijinya. Kulit bibir yang berjanji sudah tidak aneh tidak semulus bentuk bijinya, sudah lama nge-trend di kalangan usahawan, usaha jadi pejabat dan usaha jualan barang dan jasa.
Pada suatu acara berita interaktif dimana seorang penelepon yang mengaku pengamen jalanan menyatakan mendukung 'si ahli tata kota' karena sudah kuliah di Jerman. Sedangkan rivalnya hanya lulusan dalam negeri untuk mengelola hutan. Tapi nyatanya? Ahli hutan yang notabene hutan penuh binatang bisa berlaku manusiawi pada PKL, bagaimana dengan si ahli tata kota? Menggerus PKL layaknya menebang hutan. Iklan si ahli tata kota juga lucu, dimana seorang ibu berterima kasih atas kepemimpinannya dia dapat berobat gratis namun latar shooting-nya masih kawasan kumuh.
Indonesia butuh Pemimpin bertipe Wirausaha
Ya gak? Waktu pertama Indonesia merdeka, benar kita butuh pemimpin yang bisa membangun diplomasi dan bangunan megah serta menggarangkan militer, dan terbukti itulah Ir. Soekarno dan Soeharto. Hari ini, sayangnya kita tidak lagi menjual citra bangsa dengan militer yang kuat, diplomasi yang bersemangat, atau bangunan yang megah. Melainkan jualan barang, jasa, atau teknologi. Masyarakat kita sadar untuk hidup mandiri, dengan kata lain masyarakat sadar Indonesia harus memiliki banyak wirausaha. Kenapa? Pertama, untuk menjadi negara maju jumlah wirausaha harus mencapau 2,5 persen. Kedua, rakyat bosan dengan harga ini-itu yang naik melulu dan harus impor, dengan banyaknya wirausaha mengartikan berbagai komoditas bisa didapat lebih murah dari dalam negeri. Ketiga, mental wirausaha menjaga hubungan baik dengan pelanggannya dengan keramahan dan respon cepat.Jokowi, oke deh sekarang disebut mereknya, waktu jadi walikota Solo tetap makan dari jualan. Bayangkan kalau PNS di kelurahan, kecamatan, dan dinas-dinas yang melayani publik bisa bertingkah seperti teller dan customer service di bank. Selain ramah, juga selalu berusaha problem solving saat itu juga.
Solutif!
Impressed banget waktu nonton video-video di channel youtube ahokbtp. Terutama saat denger solusinya ahok di Komisi II DPR soal Pemilihan Umum. "Jakarta Baru The Movie" lebih impressive saat nunjukin konsep super blok itu. Itu baru namanya pempimpin yang solutif. Ntar nonton aja ya sendiri :PJalan Kaki
Terakhir, satu ungkapan untuk yang telah menjadi 'ahlinya' Jakarta 5 tahun kemarin. Entah tujuannya memotivasi seorang anak untuk lebih fight atau memang tidak mau memperhatikan. Kau kemanakan trotoar di Jakarta? Kenapa kau lebih paksa kami naik mobil dan motor? Apa jalan layang non-tol itu bisa kami lewati tanpa asap hanya dengan sepatu atau sendal?1/14/12
Alhamdulillah...
Terima Kasih banyak buat temen-temen Redaksi ITS Online, terutama buat Lutfi 'sading' Hilman atas petunjuknya dan redaktur yang ngeditin tulisanku. Semoga besok-besok diizinin nyumbang tulisan lagi :D
12/20/11
Pengkaderan yang Tertukar
10/11/11
Merah Putih, idealisme vs realita
Lihat sekarang, apa yang telah terjadi bagi Merah Putih. Orang Indonesia begitu membakar semangatnya, tapi tak mengerti apa yang mereka bela. Apakah itu kepentingan pribadi sendiri maupun orang lain, kepentingan golongan, dan yang jelas bukan kepentingan Persatuan Indonesia.
Itulah mengapa masih saja banyak perpecahan di Indonesia. Mereka yang berseteru pakai senjata dengan 'semangat'nya, menumpahkan banyak darah yang "merah", lalu tetap saling merasa (sok) 'suci' tak mau disalahkan.
Jika pemuda kita seperti itu saat ini, setidaknya bisalah orang tua kita jadi tauladan. Tapi sayang, mereka pun menyia-nyiakan banyak darah rakyat jelata dengan makan jatah yang bukan miliknya. Namun tetap tersenyum lebar bak orang pulang haji seakan begitu suci. Uang rakyat cuman habis buat rapat, sidang, panggil menteri, lalu konferensi pers masalah sms ._.
10/8/11
Orang Besar yang Sombong
1. Orang tersebut lupa, Ia tidak ingat pernah jadi kecil.
2. Orang tersebut sebenarnya belum "besar", karena sesungguhnya orang yang besar itu karena Ia mengumpulkan bagian- bagian kecil hidupnya hingga jadi besar. Artinya, orang yang merasa besar tersebut akan merasakan yang namanya jadi kecil.
posted from Bloggeroid
6/11/11
Masalah Persatuan
Satu kata, yaitu eksklusifisme. Rasa keistimewaan bagi beberapa orang yang sebenarnya hanya membawa/terbawa satu orang ambisius saja.
Orang-orang tersebut beranggapan pendapat mereka paling benar. Mereka biasanya memutuskan kepentingan keseluruhan organisasi tanpa menghiraukan banyak elemen organisasi lainnya.
Mengapa hal tersebut menjadi masalah? Karena mereka tentu akan membuat elemen organisasi di luar mereka merasa tidak dihargai, sehingga orang-orang di luar mereka tersebut cenderung diam dan ingin menjauh. Jelas saja, mereka hanya akan merasa dimanfaatkan orang-orang eksklusif tersebut.
Selanjutnya orang-orang eksklusif tersebut akan merasa hanya mereka yang berjasa selama ini. Orang-orang eksklusif tersebut tidak akan sadar bahwa mereka menganut eksklusifisme.
Solusinya?? Jangan pernah meremehkan siapapun, apapun latar belakangnya. Jangan takut jadi sendiri karena dekat dengan siapapun, jangan sering-sering kumpul dengan orang-orang itu aja.
3/20/11
Lulus disitu, cari kerja juga disitu
- IPK minimal 3,00
- TOEFL Score minimal 450
- Lulusan perguruan tinggi berakreditasi A
2/17/11
Indonesia, negara yang santai
1/18/11
Resiko jadi orang Baik
Predikat "baik" memiliki arti masing-masing bagi berbagai orang. Tinggal pastikan saja bahwa pemberian predikat baik yang sebenarnya adalah yang ditinjau secara universal dan tidak berdasarkan alasan politis. Sebagai persepsi awal, kita semua menyadari nobody perfect in this world! yeah, it’s true!…
Resiko yang pertama adalah saat kita berdakwah atau menyampaikan seruan kebaikan. Kita cepat atau lambat akan segera diuji dengan apa yang kita serukan itu sendiri. Misalkan kita baru saja berbagi dengan seseorang mengenai kesabaran, tanpa kita sadari tiba-tiba berikutnya kita diuji untuk tetap sabar dalam suatu kondisi yang membakar amarah.
Berikutnya adalah tantangan kepercayaan yang dibebankan lingkungan kepada Anda. Sebagai orang baik, masyarakat tak akan lagi ragu untuk meberikan Anda sebuah peran. Tantangannya adalah saat peran tersebut terus bertambah dan berbalik menjadi beban karena peran apapun ada masalahnya. Saat dimana kita harus bertahan untuk sabar dan ikhlas. Situasinya nanti adalah sebuah status quo yang ancamannya merupakan bunuh diri karakter.
Kepercayaan manapun menyerukan umatnya untuk berbuat baik. Karena berbuat baik walaupun ternyata beresiko, ada manfaatnya termasuk di resikonya tersebut. Sebagai dampak kita harus menjadi khalifah di muka bumi, Tuhan sungguh merancang ketidaksia-siaan konsep kehidupan itu agar kita lebih mudah dalam mengabdi kepada-Nya. Sebagai orang baik, saat kita membutuhkan bantuan pasti tak perlu lama ditunggu. Amin..
Pemimpin ialah pengaruh sebagai petunjuk, maka jadilah pemimpin yang baik. Resiko adalah faktor pengali dalam mencapai kesuksesan, semakin besar resiko pada usaha yang biasa-biasa saja mengalahkan usaha besar pada resiko kecil.
1/17/11
Dasar Munafik !
Judul ini ditujukan bagi hampir seluruh umat manusia dunia yang merasa tak nyaman dengan hidupnya sendiri. Orang-orang yang mengeluh, yang merasa tidak dibutuhkan dan hampa. Mari kita telaah mengapa sampai kita sebagai manusia dapat merasakan segitunya.
Kita semua adalah free-man (preman, red), menjunjung kebebasan. Merasa terinjak-injak saat diatur, tapi tak ada bersama kita jika kita tidak mau diatur. Untuk mendapatkan tempat yang layak bagi kita sebagai pencari kebebasan, bertindak dan bersosialisasilah tanpa membatasi kebebasan orang lain. Salah satu cara kita untuk diterima dan menghilangkan kegelisahan pribadi.
Ungkapan terima kasih adalah sebuah janji kita terhadap diri sendiri, bukan sekedar ungkapan apresiasi. Jika dipisah menjadi 2 kata dari frase tersebut, disusun dari kata terima dan kasih, dua kata yang antonim. Maknanya adalah saat kita menerima, lalu mengucapkan terima kasih, kita berjanji akan kembali memberi (kasih) di masa depan walaupun bukan bagi yang memberikan kita sesuatu itu.
Apa yang telah kita pikirkan tentang pemerintah? Hidup di negara yang kita akui serba semrawut ini, membuat kita tak bisa begitu menghargai mereka di gedung-gedung megah sana. Kita menganggap bahwa hidup kita saat ini karena usaha kita sendiri dan tak menganggap adanya peran positif pemerintah. Walau hanya segelintir peran dari mereka yang tak begitu memuaskan, tetap saja kita masih enggan untuk menganggapnya ada. Maknanya adalah, selama ini kita suka berada pada posisi sudah berperan tapi tak ada apresiasi yang kita terima. Bukankah begitu juga kita telah perlakukan pemerintah kita.
Intinya di dunia ini berlaku yang namanya hukum karma. Namun, bukan hukum karma yang tidak berkesinambungan, itu tergantung kepercayaan kita masing-masing. Saat kita tidak menghargai orang lain, maka kita harus siap untuk tidak dihargai orang lain. Saat kita mengkritik pihak lain, maka bersiaplah ada pihak lain lagi yang akan segera mengkritik kita.Saat kita melalaikan tanggung jawab terhadap orang lain bahkan diri sendiri, saat itu pula kita sebenarnya minta untuk tak lagi diperhatikan.
Semoga hari demi hari kita senantiasa kian mencerah :)

