Showing posts with label Populer. Show all posts
Showing posts with label Populer. Show all posts

4/15/12

"Transforming Business, Building Careers" with SAP


Laporan: Adhika ID Pratomo
Resume Kuliah Tamu Perencanaan Sumber Daya Perusahaan


SAP, dibaca ”eis-ei-pi”, begitulah perbedaan Singgih Wandojo mengucapkan perusahaan yang dipegangnya untuk wilayah Indonesia. Jelas saja, Ia adalah alumnus Teknik Elektro ITS yang kini menduduki kursi Managing Director SAP Indonesia. Bedanya, begitu bangga anak-anak Sistem Informasi ITS terhadap perusahaan tersebut, tapi mengucapnya masih “es-a-pe” atau biar aman dijadikan satu penggalan kata “sap”.
Namun, lidah tetaplah lidah yang bisa dirubah dan dilatih. Pagi itu (11/04), Pak Singgih datang ke ITS untuk menyampaikan kuliah tamu yang bertajuk “Transforming Business, Building Careers”. Perkenalan SAP sebagai perusahaan global menjadi pembuka, tidak asing lagi jika pengembang aplikasi bisnis ini sudah digunakan ratusan perusahaan di dunia, dengan 80%-nya penopang brand terkemuka.
Berhubung audiens-nya adalah akademisi, Pak Singgih bercerita baru saja lahir sebuah terobosan SAP dari penelitian di universitas. Hasso-Plattner-Institut dan Stanford University pada hasil risetnya yang kini sudah digunakan industri menamai terobosan tersebut sebagai SAP HANA (High-Performance Analytical Appliance). Apa itu SAP HANA? Sebentar dulu.
Sebelumnya, apa itu SAP? Maka mainan anak-anak LEGO™ menjadi pengibaratan. Setiap bagian dari mainan bongkar pasang tersebut adalah proses bisnis. Maka SAP hanya akan menjual dan memasang bagian yang menjadi proses bisnis perusahaan yang akan membeli produknya.
Sebagai perusahaan penyedia aplikasi bisnis, SAP sadar betul pergerakan customer terhadap teknologi saat ini. Tren teknologi tersebut diantara lain:
  • Connectivity, yaitu adanya barang yang kita sebut sebagai smartphone. Barang yang membuat bisnis bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Bagaimana SAP sebagai penopang proses bisnis bisa diakses dari genggaman tangan?
  • Big Data, transaksi dalam proses bisnis ternyata setiap 18 bulan meningkat konsumsi penyimpanannya hingga 2 kali. Bagaimana SAP dapat memanfaatkan data-data tersebut menjadi sebuah rangkaian cerita bagi perusahaan atas tingkah pola customer?
  • Cloud, saat ini 80% software ditawarkan dalam bentuk cloud. Kenapa? Perusahaan tidak mau lagi dibebani oleh operasional SI/TI. Saat memutuskan menjadikan solusi SI/TI sebagai penopang proses bisnis, jangan sampai performa perusahaan menurun karena dia bukanlah perusahaan berbasis SI/TI.
  • Social Media, menjadi penting mempertimbangkan hal yang satu ini. Bisnis di Amerika contohnya, saat seorang pengunjung pantai membuat tweet tentang panasnya pantai suatu sore, maka akan membuat toko eskrim mengirimkan truk jualannya ke pantai tersebut.
Tren diatas mengerucut lagi menjadi keinginan customer terhadap produk SI/TI, antara lain:
  • Instant use & instant value, everywhere.
  • Lower IT cost.
  • Beautiful Product Experience.
Sehingga SAP memiliki susunan kategori pasar yang disebut sebagai “SAP’s 5 Market Categories”, yang kelimanya mengarah pada 24 industri dan 11 lines of business, yaitu:
  • Cloud
  • Mobile
  •  Analytics
  •  Applications
  • Database & Technology
Lalu, apa itu SAP HANA? Menjawab tantangan trend dan keinginan customer, SAP HANA adalah sebuah terobosan in-memory computing. Bekerja sama dengan produsen hardware terkemuka, SAP HANA membuat penyimpanan data yang akan diproses di atas memori komputer. Sehingga kecepatannya bisa 365 kali dari pemroresan pada umumnya. SAP HANA tergolong columnar data storage architecture, mungkin akan menggantikan row data storage architecture yang digunakan RDBMS pada umumnya selama ini.
Aplikasi terbaru yang diakuisisi SAP berbasi cloud adalah untuk Human Capital Management. Inilah SAP, tidak berdiri sendiri. Terdapat ekosistem sebagai partner SAP, seperti konsultan dan developer. Menurut penuturan Pak Singgih, SAP jarang menerima fresh graduate sebagai pegawainya. Konsultan pun biasanya yang sudah 3 s.d. 5 kali terlibat proyek SAP. Namun, peluang bekerja terlibat bersama SAP cukup besar mengingat baru Jakarta sebagai kota di Indonesia yang sadar ERP. SAP secara global telah merumuskan poin-poin penting yang menjadi pondasi kesuksesan implementasi SAP, antara lain Sponsorship (top-down influence), Best Practice, Program, People, dan Technology & Support.
Sewajarnya PLN, Telkom, Indofood, Krakatau Steel, dan beberapa perusahaan besar lainnya di Indonesia menggunakan SAP. Bagaimana dengan kampus? Ternyata baru UII Yogyakarta saja yang mengimplementasikan SAP, bukan sekedar SAP Campus Alliance. Walaupun bukan untuk main business-nya, yaitu pendidikan, tetapi implementasi SAP untuk financial management. Transparansi keuangan menjadi benefit bagi UII.

8/2/11

Resensi Novel "Writer vs Editor"

Judul         Writer vs Editor
Penulis     Ria N. Badaria
Penerbit     Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit     Januari - 2011
Jumlah Halaman     312
Jenis Cover     Soft Cover
Dimensi(L x P)     135x200mm
Text Bahasa     Indonesia

Judul novel ini sedikit mengecoh. Kalau saya tidak sebut itu sebagai sebuah novel, beberapa orang mengira itu buku nonfiksi. Novel karangan Penulis Muda Berbakat Terbaik Khatulistiwa Literary Award 2008 - 2009 ini memang patut mengakui penulisnya memang berbakat.
Penulis novel adalah sebuah pekerjaan lepas yang siapa saja lakukan, salah satunya adalah Nuna, Ia sehari-harinya bekerja di sebuah swalayan di kota Bogor. Kehidupannya pun tak jauh berbeda dengan orang-orang yang pekerjaannya sekelas, tinggal disebuah kontrakan sendirian.
Awalnya memang terlihat hanya sebatas hubungan pekerjaan dengan Rengga, editor yang kebagian novel tulisan Nuna. Namun, itulah hubungan antar lawan jenis apalagi dalam usia yang sepantaran. Diantara mereka pun awalnya juga tiada niatan untuk punya hubungan lebih dari sekedar bekerja.
Laki-laki yang sudah sejak lama hadir untuk hidup Nuna adalah Arfat, yang masih punya hubungan saudara dengannya. Studi Arfat ke luar negeri membuat Nuna harus lama terpisah. Sampai mereka akhirnya bertemu lagi pada keadaan yang menjadi inti cerita pada novel ini.
Nuna adalah perempuan yang berada diantara dua pria, yaitu Arfat cinta lamanya dan Rengga lelaki yang tanpa sengaja Ia letakkan perasaan. Sampai akhirnya, Nuna mendapatkan yang terbaik bagi hidupnya. Ia menyadari betul bahwa manusia boleh berencana apa yang terbaik baginya, tapi Tuhan lebih tahu dan menentukan.
Seru yang Simple, itulah gambaran bagaimana Ria menuliskan novelnya ini. Segi bahasanya cocok bagi penikmat novel semacam ini yaitu para remaja, terutama para mahasiswa yang biasanya lebih sibuk. Kesederhanaan tulisan menjadi alasan yang sangat tepat menjadikan novel ini sebagai hiburan melepas penat. Selamat membaca :)

6/13/11

Leader vs Manager

Aku memang bukanlah seorang pemimpin, apalagi pemimpin yang baik. Sejauh ini aku hanya mengenal pemimpin itu artinya pengaruh, dan aku mengenalnya baru dari mengimplementasikan dan memperdalam beberapa teori dan pengalaman kepemimpinan.
Adapun orang yang berada diatas, tapi dia bukan pemimpin, lebih cocok istilah baginya adalah manajer. Setelah ini kita akan lebih mengetahui apa bedanya pemimpin dan manajer.
Jika diberikan sebuah angka oleh bawahannya...
Manajer biasanya berputar-putar bicarakan angka, naik dan turunnya. Pemimpin akan cari tahu kenapa muncul angka tersebut, kenapa bisa sampai naik ataupun turun.
Jika bawahan meminta petunjuk soal apa yang harus dikerjakan...
Manajer akan bahas sampai detail-detailnya soal pengerjaan yang diberikan. Pemimpin hanya akan beritahu tujuan Ia berikan pekerjaan itu, apa resiko dan konsekuensi dari setiap langkah kerja yang diambil.
Saat ada ketidaksesuaian hasil pengerjaan oleh bawahan...
Manajer mungkin akan marah-marah. Pemimpin akan tetap terima dengan kata "tapi..." agar bawahannya bisa berubah, selanjutnya ketidaksesuaian itu akan Ia siasati dengan mengoper pekerjaan itu ke bawahan lain yang lebih mampu. Disitulah terkadang pemimpin juga bekerja teknis untuk memberikan contoh bagi bawahan yang belum mampu tersebut.
Contoh skenario di atas hanyalah contoh dari perbedaan antara pemimpin dan manajer, masih banyak lagi aspek yang dapat membedakan antara pemimpin dengan manajer.
Jika Anda seorang bawahan, siapa yang Anda pilih jadi atasan, pemimpin atau manajer?
Lalu, dari gambaran yang saya paparkan, siapakah Anda?
Manajer berfikir taktis dimana Pemimpin berfikir Strategis. Manajer akan bertanya Apa, Pemimpin mempertanyakan Kenapa.