3/11/11

Paling setia buat hidupmu

Nurani adalah sesuatu yang diidentikkan dengan sesuatu ada di dalam dada, karena saat ia menyampaikan sesuatu padamu itu, kode-kodenya itu adalah detak jantungmu yang makin keras. Saat kau merasakan sesuatu yang tidak biasa dan bertanya-tanya apa yang harus kau lakukan, disitulah detak jantungmu menguat yang berarti ia ingin memberimu jawaban.
Hati nurani takkan pernah salah. Disanalah Tuhan meniupkan sukma kebaikan dan keburukan agar kita bisa membedakan dan memilih. Ia akan memberimu petunjuk bukan tanpa dasar, suaranya akan sesuai pengaruh yang ditebarkan oleh orang tua, keluarga, adat dan budaya, pengalaman, orang-orang yang pernah kau kagumi kehidupannya, dan buku yang membuatmu terpukau. Semakin kau sering mengabaikan suara nurani itu, lama-lama ia akan terasa hilang dari dirimu, membuatmu suatu hari kebingungan mencari petunjuk sendirian.
Jaman sekarang gini, susah buat menemukan orang yang berani mendengarkan hati nuraninya. Hal tersebut semata-mata karena keiblisan yang telah berhasil merubah dunia ini. Dimana resiko saat kita mendengarkan hati nurani adalah tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang-orang yang tak mendengarkan hati nuraninya. Bahkan, yang lebih nyata kini mereka yang mendengarkan nurani belum tentu hidupnya diterima untuk berdampingan.
Inilah core dari masalah kekacauan di dunia ini sekarang. Semua orang berlomba-lomba mengikuti pengaruh pihak yang hanya akan menguntungkannya secara materiil. Karena materi yang dikejar itulah, semua terasa halal. Untuk diajak saja, anak-anak sudah sulit belajar agama. Bahkan yang mau mengajak pun semakin lama semakin punah, mentalnya.
"Percayalah padaku, saat detak jantungmu begitu kuat dalam kegelisahanmu, sungguh aku sedang ingin menolongmu dan memberimu petunjuk. Tak usah pedulikan orang-orang yang akan membuatmu tidak nyaman karena kau dibilang egois saat kau mendengarkanku. Mereka akan pergi darimu saat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau, tapi aku akan setia menemanimu sampai tidur panjangmu nanti." -Hati Nurani

No comments:

Post a Comment