1/9/11

'Membersihkan' orang-orang (yang mungkin) bersih

Pandangan terhadap negara ini begitu suram alias negatif. Seumpama dalam menempati sebuah negara menggunakan hukum pasar, siapa yang mau beli tempat tinggal bernama Indonesia. Pengelolanya saja kacau begitu, aturannya semrawut dan fifty-fifty untuk dipatuhi.
Namun itu dulu, sekarang?? Sudah banyak perkembangan yang megikis kotoran di hati masyarakat. Membuat mereka lega karena kekecewaan itu kian ditekan pemerintah dengan kinerjanya. Tapi tunggu dulu, itu juga kisah kemarin.
Semenjak 'borok-borok' itu dikikis, bau nanahnya mencolok ke hidung masyarakat. Sebut saja dalam posting kali ini terdapat seorang Gayus Tambunan. Tanpa bisa menyalahkan Ia seorang, memang ada seorang dalang yang sedang memainkannya di belakang layar.
KPK sebagai 'makhluk suci' di negara ini pun kini linglung dengan harus memperkarakan dirinya sendiri. Namanya mau berbuat baik, ada saja pasti yang tidak suka, yaitu jelas orang jahat terlebih yang KPK harus basmi. Kini Gayus pun dihadirkan untuk menyeret kesucian itu ke lumpur bersamanya, atau benar-benar menumbangkan keperkasaan hanya jadi kayu lapuk.
'Borok' yang begitu besar di tubuh POLRI memang tak mungkin lagi disembunyikan. Hari ini, siapa yang tidak akan berpikir negatif begitu mendengar profesi polisi. Namun, tetap saja ada warna dalam sebuah organisasi, yakinlah ada bintik-bintik putih yang terdominasi. Lagi-lagi GT itu dihadirkan untuk menyempurnakan lukisan POLRI menjadi semakin hitam dengan memborong beberapa nama menuju meja yang ada ketok palunya.
Dari akal-akalan dalang berupa sebuah paspor, kini Patrialis Akbar jadi calon mantan Menkumham. Tak mungkin beliau harus memperhatikan tiap-tiap pemohon paspor. Entah sebesar apa kasus GT ini? Peranan media jadi parameter penegakan hukum, jujur saja agak mengurangi kesyahwatan keadilan di negara ini. Jika kasus ini tak digembar-gemborkan media, akankah penyalahan pihak soal paspor itu sampai ke tingkat menteri?
Bukan maksud membela siapapun atau menyalahkan suatu pihak atau kalangan tertentu. Hanya ingin membuka mata hati setiap yang terbawa euforia dan bara api emosi.

No comments:

Post a Comment